Kebakaran Denpasar, 100 Warga Mengungsi Usai Rumah Terbakar

DENPASAR, BALI – Kebakaran besar di kawasan Jalan Nakula, Gang Jatayu, Denpasar Barat, Bali, membuat sekitar 100 warga harus mengungsi. Kobaran api yang melanda area sekitar lima hektare tersebut turut menghanguskan sejumlah bangunan dan tempat tinggal warga.
Kebakaran pertama kali diketahui pada Senin malam, 31 Agustus 2026. Api kemudian kembali membesar pada Selasa, 1 September 2026, setelah merambat dari tumpukan sampah hingga ke bangunan semi permanen.
Api Membesar di Area Seluas Beberapa Hektare
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar menyebut area yang terbakar mencapai sekitar 4 hingga 5 hektare.
Petugas menghadapi kendala karena sejumlah titik api berada di bawah tumpukan material dan tertutup seng bekas atap gudang. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.
Sebanyak 12 armada pemadam kebakaran dikerahkan dari Kota Denpasar dan mendapat bantuan enam armada dari Kabupaten Badung. Proses pemadaman diperkirakan membutuhkan waktu beberapa hari.
Seratusan Warga Terpaksa Mengungsi
Dampak kebakaran tidak hanya berupa kerusakan bangunan. Sekitar 100 warga dari 23 kepala keluarga harus meninggalkan tempat tinggal mereka.
Para warga mengungsi di Musala Al-Ikhlas yang menjadi salah satu bangunan yang masih berdiri di sekitar lokasi kebakaran.
Sejumlah bantuan mulai berdatangan dari masyarakat dan donatur. Bantuan tersebut antara lain berupa makanan dan pakaian untuk warga yang kehilangan barang-barang akibat kebakaran.
Sebagian warga bahkan kehilangan tempat tinggal sekaligus lokasi mereka mencari nafkah. Banyak warga di kawasan tersebut bekerja sebagai pengepul barang bekas sehingga kebakaran turut mengganggu aktivitas ekonomi mereka.
Pemerintah Berikan Perhatian
Pemerintah Kota Denpasar kemudian memberikan perhatian terhadap kebutuhan warga yang terdampak. Penanganan tidak hanya mencakup bantuan logistik, tetapi juga kebutuhan kesehatan dan pendampingan bagi warga yang mengalami dampak akibat bencana.
Kondisi warga menjadi perhatian karena mereka harus menghadapi kehilangan tempat tinggal dan sumber penghasilan dalam waktu bersamaan.
Warga Diminta Tidak Membakar Sampah Sembarangan
Peristiwa kebakaran tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat mengenai bahaya pembakaran sampah tanpa pengawasan.
Petugas mengimbau warga tidak membakar sampah sembarangan, terutama ketika kondisi lingkungan memiliki banyak material kering dan mudah terbakar.
Penanganan titik api terus dilakukan untuk memastikan kawasan tersebut benar-benar aman dan tidak kembali terbakar.