Erupsi Anak Krakatau Sempat Ganggu Puluhan Penerbangan dari Bali ke Jakarta dan Bandung

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada awal September 2026 sempat memberikan dampak terhadap perjalanan udara dari Bali.
Sebanyak 42 jadwal penerbangan yang berkaitan dengan rute Jakarta, Bali, dan Bandung mengalami pembatalan pada Minggu, 6 September 2026.
Gangguan tersebut terjadi akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang memengaruhi operasional penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia.
Ngurah Rai Siapkan Layanan untuk Penumpang
Pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menyiapkan layanan service recovery bagi penumpang yang terdampak.
Fasilitas tersebut ditempatkan di area Terminal Keberangkatan Domestik untuk membantu penumpang mendapatkan informasi maupun penanganan dari maskapai.
Situasi tersebut menjadi perhatian karena rute Bali-Jakarta merupakan salah satu jalur penerbangan dengan mobilitas tinggi.
Erupsi Berdampak ke Sejumlah Bandara
Dampak erupsi Anak Krakatau tidak hanya dirasakan di Bali.
Pada periode tersebut, sejumlah bandara di Indonesia mengalami gangguan akibat penyebaran abu vulkanik.
Reuters melaporkan ribuan penerbangan di sejumlah bandara terdampak akibat erupsi dan penyebaran abu, dengan kondisi penerbangan terus dipantau berdasarkan keselamatan operasional.
Keselamatan Penerbangan Jadi Prioritas
Abu vulkanik menjadi salah satu ancaman serius bagi penerbangan karena dapat mengganggu visibilitas dan berpotensi membahayakan mesin pesawat.
Karena itu, keputusan pembatalan atau penyesuaian penerbangan tidak hanya berkaitan dengan jadwal, tetapi juga mempertimbangkan kondisi atmosfer dan keselamatan penerbangan.
Maskapai juga perlu menyesuaikan jadwal berdasarkan perkembangan kondisi bandara dan jalur penerbangan.
Kondisi Bali Tetap Dipantau
Bali menjadi salah satu daerah yang perlu memperhatikan perkembangan situasi karena memiliki Bandara Ngurah Rai sebagai pintu utama penerbangan internasional dan domestik.
Pada perkembangan berikutnya, Bandara Ngurah Rai kembali melayani rute yang sebelumnya terdampak. ANTARA melaporkan operasional Ngurah Rai kembali normal pada 8 September 2026.
Penumpang Diminta Perhatikan Informasi Maskapai
Bagi masyarakat yang melakukan perjalanan melalui Bali, informasi penerbangan sebaiknya diperiksa secara berkala.
Perubahan jadwal dapat terjadi ketika kondisi cuaca, abu vulkanik, atau operasional bandara mengalami perubahan.
Penumpang juga disarankan mengikuti informasi resmi dari maskapai dan pengelola bandara sebelum menuju terminal.
Kesimpulan
Erupsi Gunung Anak Krakatau sempat mengganggu perjalanan udara dari Bali. Sebanyak 42 jadwal penerbangan yang berkaitan dengan rute Jakarta, Bali dan Bandung mengalami pembatalan pada 6 September 2026.
Gangguan tersebut menunjukkan bagaimana aktivitas vulkanik di Indonesia dapat berdampak pada konektivitas udara antardaerah. Meski demikian, operasional Bandara Ngurah Rai kemudian kembali berjalan dan rute yang terdampak mulai dilayani kembali.