Hari Literasi Internasional di Denpasar Jadi Momentum Hidupkan Budaya Membaca di Era Digital

Hari Literasi Internasional menjadi momentum bagi Kota Denpasar untuk kembali mendorong budaya membaca di tengah perkembangan teknologi digital.
Pada Rabu, 9 September 2026, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar menggelar layanan perpustakaan keliling di sejumlah lokasi.
Kegiatan tersebut menyasar sekolah dan ruang publik dengan tujuan meningkatkan minat baca pelajar sekaligus masyarakat umum.
Perpustakaan Keliling Sambangi Sekolah
Salah satu lokasi kegiatan berada di SD Negeri 20 Dangin Puri, Denpasar.
Sejumlah siswa terlihat memilih buku dalam layanan perpustakaan keliling yang disediakan pemerintah kota.
Program tersebut menjadi salah satu cara untuk mendekatkan bahan bacaan kepada masyarakat, terutama anak-anak dan pelajar.
Ruang Publik Juga Jadi Sasaran
Layanan tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah.
Taman kota juga menjadi salah satu lokasi pelayanan perpustakaan keliling. Warga mendapatkan kesempatan memilih buku yang tersedia.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas literasi dapat dilakukan di berbagai tempat, tidak terbatas pada gedung perpustakaan.
Tantangan Membaca di Era Digital
Perkembangan teknologi memberikan masyarakat akses informasi yang jauh lebih cepat.
Namun, banyaknya informasi digital juga membuat kemampuan memilih dan memahami informasi menjadi semakin penting.
Budaya membaca buku tetap memiliki peran karena masyarakat tidak hanya membutuhkan informasi cepat, tetapi juga kemampuan memahami informasi secara mendalam.
Karena itu, kegiatan literasi dapat menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan membaca sejak usia sekolah.
Anak Muda Perlu Didorong Dekat dengan Buku
Pelajar menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut.
Mengenalkan buku melalui cara yang lebih mudah dijangkau dapat menjadi salah satu langkah untuk menciptakan kebiasaan membaca.
Perpustakaan keliling memungkinkan buku hadir langsung di lingkungan sekolah maupun ruang publik.
Dengan demikian, masyarakat tidak harus selalu datang ke perpustakaan untuk mendapatkan akses bacaan.
Literasi Tidak Hanya Soal Membaca
Literasi pada era digital juga berkaitan dengan kemampuan memahami informasi dan menggunakan informasi secara bijak.
Seseorang perlu memiliki kemampuan membedakan informasi yang dapat dipercaya dengan informasi yang belum terverifikasi.
Kebiasaan membaca berbagai sumber secara kritis dapat membantu masyarakat menghadapi derasnya arus informasi di internet.
Kesimpulan
Peringatan Hari Literasi Internasional di Denpasar dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat budaya membaca.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar menghadirkan layanan perpustakaan keliling di sekolah dan ruang publik untuk meningkatkan minat baca masyarakat.
Di tengah perkembangan teknologi digital, budaya membaca tetap memiliki peran penting. Bukan hanya untuk mendapatkan informasi, tetapi juga membangun kemampuan memahami dan menyaring informasi secara lebih baik.