Gianyar Targetkan Pendapatan Daerah Rp3,4 Triliun dalam APBD Perubahan 2026

Pendapatan Gianyar Ditargetkan Rp3,4 Triliun
Pemerintah Kabupaten Gianyar kembali menyusun perubahan anggaran untuk menyesuaikan kebutuhan pembangunan daerah pada 2026.
Dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, pendapatan daerah Gianyar direncanakan mencapai Rp3,414 triliun lebih. Angka tersebut meningkat sekitar 3,4 persen dibandingkan APBD induk 2026.
Rancangan tersebut disampaikan Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra dalam rapat paripurna DPRD Gianyar pada Senin, 7 September 2026.
PAD Jadi Penopang Terbesar
Pendapatan Asli Daerah atau PAD menjadi komponen terbesar dalam rancangan pendapatan Gianyar.
PAD diproyeksikan mencapai sekitar Rp2,431 triliun, atau 71,21 persen dari total pendapatan daerah. Sementara pendapatan transfer direncanakan sekitar Rp980,040 miliar.
Ada pula komponen lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp3 miliar.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa PAD masih menjadi sumber utama pendapatan Pemerintah Kabupaten Gianyar.
Belanja Daerah Diproyeksikan Rp4,3 Triliun
Di sisi belanja, Pemkab Gianyar merencanakan pengeluaran sekitar Rp4,3 triliun dalam Rancangan Perubahan APBD 2026.
Nilai tersebut lebih rendah sekitar Rp52,3 miliar dibandingkan proyeksi dalam APBD induk yang mencapai Rp4,4 triliun.
Belanja tersebut mencakup berbagai kebutuhan pemerintah daerah, mulai dari belanja operasional hingga belanja modal.
Ada Defisit dalam Rancangan Perubahan APBD
Dengan pendapatan yang lebih rendah dibandingkan belanja, Rancangan Perubahan APBD Gianyar 2026 mencatat adanya defisit sekitar Rp921,9 miliar.
Defisit tersebut direncanakan ditutup melalui pembiayaan netto sekitar Rp921,956 miliar.
Pemerintah daerah juga merencanakan pengeluaran pembiayaan sekitar Rp85,6 miliar, yang antara lain digunakan untuk penyertaan modal daerah dan pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo.
Gianyar Dapat Apresiasi dari Pemerintah Pusat
Dalam rancangan pendapatan tersebut, terdapat pula pendapatan lain-lain yang sah berupa hibah pemerintah pusat sebesar Rp3 miliar.
Dana tersebut berkaitan dengan apresiasi atas prestasi Gianyar pada kategori penanggulangan kemiskinan, penurunan stunting, dan creative financing.
Penghargaan tersebut menjadi salah satu faktor yang masuk dalam struktur perubahan anggaran daerah.
Fokus pada Prioritas Pembangunan
Perubahan APBD tidak hanya berkaitan dengan angka pendapatan dan belanja. Pemerintah daerah perlu memastikan anggaran yang tersedia dapat digunakan untuk membiayai program yang benar-benar menjadi prioritas masyarakat.
Dengan pendapatan yang diproyeksikan meningkat, pemerintah diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pengelolaan keuangan daerah dan kebutuhan pembangunan.
Kesimpulan
Pemkab Gianyar menargetkan pendapatan daerah sekitar Rp3,414 triliun dalam Rancangan Perubahan APBD 2026. PAD menjadi sumber terbesar dengan proyeksi sekitar Rp2,431 triliun.
Di sisi lain, belanja daerah dirancang sekitar Rp4,3 triliun sehingga terdapat defisit yang akan ditutup melalui pembiayaan netto. Rancangan ini selanjutnya menjadi bagian dari pembahasan bersama DPRD Gianyar.